PALAEKOPRA


SEJARAH PALAEKOPRA SMA NEGERI 1 BANGKALAN

Pada pertengahan Mei 1986, Saya D.Rusmanto BA, guru Bahasa Inggris SMAN 1 Bangkalan dipanggil menghadap Bapak Achmad Moenir BA, selaku Kepala Sekolah untuk membicarakan tentang menghidupkan kembali kegiatan PRAMUKA di SMAN 1 yang sudah lama sekali tidak aktif di sekolah ini. Saya Tercenung, karena sejak SMA saya memang tidak aktif pada kegiatan Pramuka. Sebaliknya saya lebih interest pada kegiatan outdoor, yang sering berkait dengan alam terbuka. Yang otomatis juga selalu bersinggungan dengan aliran sungai, bukit, gunung dan hutan. Secara jujur saya katakan kepada beliau bahwasanya saya tidak terlalu aktif dan mengetahui tentang kegiatan Pramuka. Saya terlibat pada kegiatan Pramuka pada saat di SMP, seputar 1967 s/d 1969, yang saat itu kegiatan Pramuka lebih banyak ditekankan pada kegiatan kepanduan (scouting), yang lebih banyak mengarah pada kegiatan di alam terbuka (baca : kegiatan mountaineering). Kemudian saya tawarkan kepada beliau, bagaimana jika kita dapat mempopulerkan kegiatan pramuka di SMAN 1 melalui kegiatan gunung hutan, karena konon menurut cerita teman-teman guru waktu itu, kegiatan Pramuka SMAN 1 ini di non aktifkan oleh Bapak Soewarso (Kepala Sekolah sebelumnya) apa pasal…. Karena Beliau melihat aktifitas anggota Pramuka saat itu sering melibatkan anak-anak dijalan untuk menyetop lalu lintas dll. Nah karena Bapak Soewarso saat itu punya obsesi besar untuk memperbaiki kualitas akademis SMAN 1, maka beliau berpendapat daripada anak-anak banyak turun kejalan-jalan, lebih baik biar mereka belajar dengan baik di dalam kelas. Mengingat itu pulalah maka saya mengusulkan kepada Bapak Achmad Moenir, yang kebetulan pula masih saudara sepupu dengan bapak Soewarso untuk mencoba menghidupkan lagi kegiatan Pramuka melalui wadah kegiatan siswa yang dinamis, yang mungkin cocok dengan dinamika dan karakter anak-anak didik SMAN 1 yang selalu ingin maju. Yaitu suatu Wadah yang di dalamnya ada unsur cinta alam dan ekologi serta juga mengajarkan sifat-sifat kePramukaan. Waktu itu saya sempat mengutip ucapan Sir John Ford, seorang Duta Besar Inggris untuk Indonesia, yang mungkin karena takjubnya atas alam Indonesia atas deretan gunung-gunung berapinya, juga begitu mempesonakannya rimba-rimba rayanya beliau berucap “Sebuah Negara yang menghasilkan anak-anak muda yang mencintai alam, mendaki gunung, mengarungi sungai serta menjelajahi hutan dan pantai-pantainya, maka Negara itu TIDAK AKAN PERNAH KEKURANGAN PEMIMPIN”. Dan Bapak Kepala Sekolah SMAN 1 saat itu tanpa berpanjang kata lagi langsung menyetujui konsep pemikiran saya, dan entah apa yang menggerakan mindset saya saat itu begitu tiba-tiba juga dalam benak saya ada nama “PALAEKOPRA”  , satu acronym dari “PENCINTA ALAM, EKOLOGI ,DAN KEPRAMUKAN”. Keberadaan PALAEKOPRA di mulai pada 20 JUNI 1986, saat itu dimulai perekrutan anggota pertama, dengan Pembina kegiatan : Bapak D. Rusmanto BA, pelatih 2 orang : Fatchurrachman BA (almarhum) dan Sudarto, anggota awal hampir mencapai 150 orang, dan langsung masuk pada latihan dasar kepencinta alaman. 20 NOVEMBER 1986, diresmikan oleh Bapak Achmad Moenir BA (almarhum) selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Bangkalan, sebagai Organisasi (ekstra kurikuler intra SMAN 1 Bangkalan) Pencinta Alam (OPA) PALAEKOPRA SMANSABA, saat peresmian ini, secara resmi pula PALAEKOPRA punya LOGO kegiatan yang  didesign oleh Bapak Soemadji BA, guru seni di SMAN 1 BANGKALAN, yang dikenal juga sebagai mantan anggota TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) yang spirit juangnya tidak pernah mati, dan juga secara resmi pula PALAEKOPRA punya ciri khas pengenal Scraft berwarna biru laut berlogo PALAEKOPRA. Saat itu pula diresmikan kepengurusan PALAEKOPRA periode 1986-1988, dengan Ketua Umumnya : HIDAYAT, dari kelas 2 Ilmu Fisika.

27 April 1987 : Pelantikan Team Pioneer PALAEKOPRA yang pertama dengan sebutan SAGA PALAEKOPRA, dibagi menjadi 3 divisi : Saga Merah, Saga Jingga, Saga Kuning. (Catatan : SAGA, punya arti Satuan Siaga) dilantik langsung oleh Bapak Achmad Moenir BA (almarhum) selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Bangkalan saat itu.